Tutorial

  • Android
  • Blogger
  • Pendidikan
  • Printer
  • Komputer
  • MedSos
  • Teks eksposisi adalah sebuah tulisan yang di dalamnya berisikan suatu informasi atau fakta dengan bentuk pengembangan sebuah paragraf. Di dalam teks eksposisi sendiri bertujuan untuk menjelaskan sebuah keadaan tertentu sehingga pembaca bisa memperoleh pengetahuan dari apa yang dijelaskan oleh penulis.

    Penjelasan tersebut bentuk tulisannya memang terkesan lebih padat, singkat dan jelas agar pembaca benar-benar bisa memahami dengan sangat mudah apa yang dimaksud oleh penulis. Pernahkah Anda membaca jenis teks satu ini? Tentu saja pernah membaca jenis teks ini, baik itu secara disengaja ataupun tidak senjaga. Karena teks jenis ini biasa ditemui di dalam kehidupan sehari-hari.

    Umumnya, jenis teks eksposisi ini dipakai dalam menulis suatu berita, entah itu berita yang dimuat di koran, media online, media sosial, majalah dan lain sebagainya. Anda bisa mencoba untuk membandingkan antara jenis berita yang sering Anda baca dengan definisi yang ada di atas. Maka Anda akan mengetahui bahwa itulah yang dikenal dengan teks eksposisi.

    Contoh Teks Eksposisi Tentang Pendidikan

    Tesis

    Pendidikan adalah salah satu faktor yang sangat penting dan dibutuhkan di dalam kehidupan ini. Dengan adanya pendidikan, seseorang tentu saja bisa menemukan hati diri mereka. Adapun jati diri itu sendiri sesungguhnya bisa terbentuk karena adanya karakter seseorang.

    Nah, menanggapi hal tersebut, pemerintah mencoba untuk ikut membentuk karakter tersebut dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan mengubah Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi kurikulum 13. Perubahan ini ternyata memberikan syarat adanya suatu bentuk pendidikan karakter di dalam sistem pendidikan di Indonesia.

    Argumentasi

    Pendidikan karakter adalah sebuah pendidikan yang lebih menekankan kepada sisi kemampuan dari siswa secara individu. Bisa dikatakan bahwa pendidikan karakter itu sendiri merupakan suatu bentuk pendidikan yang berupaya untuk menggali potensi dalam diri seseorang individu. Jika di bangku sekolah, maka individu tersebut adalah siswa atau peserta didik.

    Pendidikan karakter tersebut amatlah penting supaya nantinya bisa menggali bakat-bakat tersembunyi yang dimiliki oleh tiap-tiap siswa. Dan yang penting untuk digarisbawahi adalah bahwa masing-masing siswa tentu saja mempunyai potensi, bakat, dan juga kecerdasan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Selain itu, bidang yang mereka minati dan kuasai juga pastinya berbeda.

    Seorang siswa yang tidak pintar di dalam satu pelajaran belum tentu ia adalah siswa yang notabene bodoh. Di bidang yang lain ia pastilah memiliki kemampuan dan juga keunggulan tersendiri. Dan dengan adanya pendidikan karakter, maka cerdas atau tidaknya seorang peserta didik.

    Di mana hal ini tidak lagi melulu ditentukan oleh pintar atau tidaknya dia di dalam kelas. Guru juga tidak diperkenankan memberikan label bodoh kepada siswa jika kebetulan ia tidak pandai di dalam hal mata pelajaran kelas.

    Pendidikan karakter ini ternyata juga telah diupayakan oleh pemerintah. Yakni dengan memberikan kurikulum terbaru dalam dunia pendidikan yang dikenal dengan Kurikulum 13. Dengan adanya kurikulum ini, maka pemerintah berupaya melakukan penggalian potensi di masing-masing siswa dan juga mencoba menanamkan karakter dari siswa itu sendiri.

    Di antara karakter yang diajarkan adalah karakter yang memiliki rasa toleransi tinggi atas duku, bahasa, agama, budaya dan adat istiadat. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia sendiri merupakan sebuah bangsa dengan berbagai bahasa, kepercayaan, karakter, adat istiadat dan sebagainya. Sehingga, sejak bangku sekolah harus ditanamkan nilai-nilai toleransi tersebut.

    Di samping itu, pendidikan karakter juga bertujuan untuk membekali siswa di masa depan terkait masa depannya nanti. Siswa perlu memiliki suatu keahlian dan juga skill tertentu yang mesti dikuasai di era milenial seperti sekarang ini.

    Penegasan Ulang

    Pendidikan karakter adalah bekal sejak dini untuk siswa di masa yang akan datang. Siswa perlu memiliki sikap toleran sejak saat ini dengan sesamanya. Mereka juga harus memiliki potensi atau skill yang bisa dibanggakan supaya bangsa ini beberapa tahun ke depan benar-benar mampu menjawab dan menghadapi kemajuan zaman yang semakin pesat ini.

    Artikel Terkait:
    Bagi Anda yang ingin mendapatkan notifikasi update setiap harinya silahkan bergabung WhatsApp Group Gabung Sekarang
    Comment Sekarang