Tutorial

  • Android
  • Blogger
  • Pendidikan
  • Printer
  • Komputer
  • MedSos
  • BAB I PENDAHULUAN

    A.    Latar Belakang

    Suatu proses yang terjadi sedemikian rupa sehingga tidak ada panas yang masuk atau keluar sistem disebut proses adiabatik. Proses ini dapat dilakukan baik dengan cara membalut sistem dengan lapisan tebal tebal bahan isolasi panas (misalnya gabus, asbes, bata tahan api, atau serbuk ringan berpori) ataupun dengan melakukan proses secara cepat. Pengaliran panas merupakan proses yang berlangsung lambat, sehingga tiap proses yang berjalan cukup cepat praktisnya bersifat adiabatik.

    B.     Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang diatas, kita dapat merumuskan permasalahan yaitu apa yang dimaksud proses adiabatic pada thermodinamika?

    C.     Maksud dan Tujuan

    Sesuai dengan permasalahan diatas maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini yaitu kita dapat mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan proses adiabatic pada thermodinamika.



    BAB II PEMBAHASAN

    A.        Pengertian Proses Adiabatik.

    Suatu proses yang terjadi sedemikian rupa sehingga tidak ada panas yang masuk atau keluar sistem disebut proses adiabatik. Proses ini dapat dilakukan baik dengan cara membalut sistem dengan lapisan tebal tebal bahan isolasi panas (misalnya gabus, asbes, bata tahan api, atau serbuk ringan berpori) ataupun dengan melakukan proses secara cepat. Pengaliran panas merupakan proses yang berlangsung lambat, sehingga tiap proses yang berjalan cukup cepat praktisnya bersifat adiabatik. Jika hukum pertama dipakaikan pada proses adiabatik maka diperoleh

    U2-U1=-W (proses adiabatik)

    Jadi, pada proses adiabatik, perubahan energi dakhil dri suatu sistem sama dengan usaha mutlak. Jika usaha W negatif, yaitu apabila sistem dikompresi, maka –W positif, U2 akan lebih besar daripada U1, dan energi dakhil dalam sistem bertambah. Jika W positif, yaitu apabila sistem memuai, makaq energi sistem akan berkurang. Penambahan energi dakhil biasanya dibarengi kenaikan suhu, dan pengurangan energi dakhil menurunkan suhu.

    Kompresi campuran uap bensin dan udara yang terjadi pada langkah kompresi sebuah motor bensin merupakan sebuah contoh hampir adiabatik dalam mana terjadi kenaikan suhu. Pemuaian produk pembakaran yang berlangsung pada langkah daya motor itu merupakan sebuah contoh proses hampir adiabatik dalam mana terjadi penurunan suhu. Oleh karena itu, proses adiabatik memainkan peranan sangat penting dalam teknik mesin.
                                             
                          Proses Adiabatik, đQ = 0 (Q = Konstan)

    Dalam proses adiabatik tidak ada kalor yang masuk (diserap) ataupun keluar (dilepaskan) oleh sistem (Q = 0). Dengan demikian, usaha yang dilakukan gas sama dengan perubahan energi dalamnya (W = ∆U).

    Jika suatu sistem berisi gas yang mula-mula mempunyai tekanan dan volume masing-masingp1 dan V1 mengalami proses adiabatik sehingga tekanan dan volume gas berubah menjadi p2dan V2, usaha yang dilakukan gas dapat dinyatakan sebagai

    Dimana γ adalah konstanta yang diperoleh perbandingan kapasitas kalor molar gas pada tekanan dan volume konstan dan mempunyai nilai yang lebih besar dari 1  (γ > 1).

    Proses adiabatik dapat digambarkan dalam grafik p – V dengan bentuk kurva yang mirip dengan grafik p – V pada proses isotermik namun dengan kelengkungan yang lebih curam.


    BAB III PENUTUP

    KESIMPULAN

    Proses adiabatik adalah sistem yang tidak melakukan pertukaran panas dengan lingkungannya. Ini berarti ketika sistem melakukan usaha apakah gerakan atau kerja mekanik itu idealnya tidak menjadikan lingkungan sekitarnya hangat atau dingin. Untuk sistem yang melibatkan gas, proses adiabatik biasanya membutuhkan perubahan tekanan untuk menggeser suhu tanpa mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Dalam atmosfer bumi, massa udara akan menjalani ekspansi adiabatik dan mendingin, atau mereka akan mengalami kompresi adiabatik, dan memanas. Insinyur telah merancang berbagai mesin dengan proses yang setidaknya sebagian adiabatik


    DAFTAR PUSTAKA

    Aip Saripudin, dkk. Praktis Belajar Fisika SMA XI IPA. Jakarta: BSE 2009
    Anomius ,1978, Hand Book Of Comparative Material Standart,Tokyo Engineering, Tokyo.
    Bambang Haryadi. Fisika SMA XI IPA. Jakarta: BSE 2009
    Bett, Rowluism [dan] Saville. Thermodynamics for chemical engineers. London : The Artlone Press, [s.a]
    Daubert. Chemical engineering thermodynamics.Singapore : Mc.Graw Hill, [s.a]
    Dwi Satya Palupi, dkk. Fisika untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: BSE 2009
    Holman - Jasjfi, 1995, Perpindahan Kalor, Jakarta, Erlangga.
    Sarwono, dkk. Fisika 2 Kelas XI. Jakarta: BSE 2009
    Smith [dan] Van Ness. Introduction to chemical engineering thermodynamics. Singapore : Mc. Graw Hill, [s,a]
    Syamsir A.Muin, 1986, Pesawat-pesawat Konversi Energi I, Jakarta: Rajawali Pers.
    http://iwandahnial.wordpress.com/2009/03/25/lokomotif-kuno-dan-perkembangannya/
    http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_termodinamika

    Artikel Terkait:
    Bagi Anda yang ingin mendapatkan notifikasi update setiap harinya silahkan bergabung WhatsApp Group Gabung Sekarang
    Comment Sekarang