Tutorial

  • Android
  • Blogger
  • Pendidikan
  • Printer
  • Komputer
  • MedSos
  • Dalam kehidupan bermasyarakat sering dijumpai adanya perilaku yang menyimpang. Perilaku menyimpang merupakan hasil dari proses sosialiasi yang tidak sempurna. Perilaku menyimpang mengakibatkan terjadinya pelanggaran norma-norma sosial dan agama. Pelanggaran tersebut terjadi karerna seorang individu atau kelompok tidak bisa bersosialisasi secara sempurna. Hal tersebut menyebabkan individu atau kelompok terjerumus ke dalam pola perilaku yang menyimpang. Dengan kata lain, terjadilah penyimpangan sosial dan kehidupan bermasyarakat.

    Adapun pengertian penyimpangan adalah segala bentuk perilaku yang tidak menyesuaikan diri dengan kehendak masyarakat. Dengan kata lain dapat diartikan penyimpangan adalah tindakan atau perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang dianut dalam lingkungan baik lingkungan keluarga maupun masyarakat. Penyimpangan ini terjadi apabila seseorang atau kelompok tidak mematuhi norma dan nilai budaya yang berlaku dalam masyarakat. Penyimpangan terhadap nilai dan norma dalam masyarakat disebut dengan deviasi, sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian.

    Terjadinya perilaku menyimpang haruslah dilihat dari situasi dan kondisi masyarakat yang ada. Setiap individu memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda, maka hal tersebut akan menyebabkan terbentuknya pola-pola perilaku yang berlainan. Diantara faktor penyebab timbulnya perilaku menyimpang adalah sebagai berikut:

    Perbedaan status (kesenjangan) sosial antara si kaya dan si miskin yang sangat mencolok mengakibatkan timbulnya rasa iri dan dengki sehingga terjadilah tindak korupsi, manipulasi, dan kolusi.

    Banyak pemuda putus sekolah dan pengangguran. Mereka yang tidak mempunyai keahlian tidak mungkin bisa bekerja di perkantoran, padahala mereka memerlukan sandang, pangan dan tempat tinggal. Akhirnya mereka mengambil jalan pintas dengan menjadi pengamen atau pengemis jalanan, perampok, pembegal motor, Waria Komersial dan lain sebagainya.

    Keluarga yang berantakan (broken home) dapat menyebabkan adanya penyimpangan sosial. Sebagai pelampiasan, mereka melakukan kegiatan yang sifatnya negatif seperti berjudi, narkoba, miras, terjun ke dalam kompleks protistusi.

    Pengaruh media massa seperti adanya berita dan gambar-gambar serta siaran TV yang menyajikan tentang tayangan tindak kekerasan dan kriminalitas. Disinilah letak negatif suatu penayangan kejadian nyata (Berita) selain memberikan informasi kepada publik ternyata juga ada dampak negatif yang tersembunyi.

    Salah pergaulan, kebanyakan remaja yang melakukan penyimpangan adalah karena mereka salah dalam memilih teman, sehingga ikut terbawa arus negatif teman-temannya.

    Seperti telah di kemukakan di atas, penyimpangan sosial adalah suatu tindakan yang melanggar nilai-nilai dan norma sosial sebagai akibat dari proses sosialisasi yagn tidak sempurna yang dijalani individu baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat pada umumnya. Keberhasilan suatu proses sosialisasi bagi individu, yaitu dengan ditunjangnya peran orang dewasa (orang tua, guru, tokoh masyarakat), situasi, media sosialsiasi, dan sarana perasarana penunjang lainnya.

    Orang dewasa yang tidak berhasil dalam menyediakan akomodasi yang baik untuk kelancara proses sosialisasi bagi negerasi muda, dapat berpengaruh negatif pada pembentukan pribadi seseorang, yakni perilaku yang menyimpang dalam interaksi sosial. Seperti adanya larangan merokok untuk anak-anak atau siswa, akan tetapi yang melarangnya yaitu orang tua atau guru setiap harinya merokok, dan tentu hal ini dianggap tidak adil bagi si anak tersebut. Sebagai akibatnya larangan tersebut dilanggarnya. Upaya peranan orang tua dalam pencegahan dan pengendalian penyimpangan dapat dilakukan dengan cara mendidik, mengajak, memberi contoh, dan bahkan memaksa melalui bentuk teguran, pendidikan, ajaran agama dan hukuman sebagai efek jera.

    Peranan situasi lingkungan, teman sepermainan, sekolah, lingkungan kerja, dan media massa juga sangat berpengaruh timbulnya penyimpangan sosial. Dalam situasi apabila individu tidak memperoleh kesempatan untuk melakukan proses sosialiasi secara efektif dan tidak mempunyai kesempatan untuk mengaktualisasikan nilai dan norma tersebut, maka cenderung individu tidak melakukan proses sosialiasi yang tidak sempurna. Akibatnya mengarah ke bentuk perilaku yang menyimpang. Misalnya seorang anak yang dikekang dan selalu diperlakukan secara tidak adil akan lambat laun anak tersebut melakukan tindakan yang negatif terhadap lingkungannya.

    Artikel Terkait:
    Bagi Anda yang ingin mendapatkan notifikasi update setiap harinya silahkan bergabung WhatsApp Group Gabung Sekarang
    Comment Sekarang