Tutorial

  • Android
  • Blogger
  • Pendidikan
  • Printer
  • Komputer
  • MedSos
  • Traveling Abroad

    My first overseas trip was when I went to Thailand with my father. At that moment I was still in Junior High School level and it was a school day off. My father took this trip because he needed data for his research about the legendary bird “Garuda”, which turned out to be a legend too in Thailand. We spent only 1 day in Thailand, but I already experience a lot of new things.

    When we first landed at the Suvarnabhumi Airport in Bangkok, we got a taxi and asked the driver to take us to the nearest hotel. He drove us to Windsor Suites Hotel located on Sukhumvit Road. We went straight to the receptionist and booked a room for tonight and tomorrow. The receptionist gave us a card that we can use as a key to unlock our room. We went to our room and took a quick shower, change our clothes and then went down to the lobby again.

    From the lobby, we went out to the street. My father orders a ride to a local driver. It looked like a becak motor but a lot bigger and the people called it “tuk-tuk”. My father asked the driver to take us to Chatuchak Market and find us a restaurant that served Halal food for Moslem. Then we arrived at a small restaurant which turned out to be owned by Indonesian. The owner was very nice, he gave us a free meal when we were about to left his restaurant. He said that it was for our breakfast, just in case we couldn’t find any Halal food at the hotel. My father thanked him and ask to exchange their phone number. Before we went back to the hotel, my father took me around the Chatuchak Market. I saw so many toys that I have never seen before in Indonesia. My father bought me one of those toys, it was rubber chicken. It was so funny because when we squeeze it, it will make sound just like a rooster. After that, we went back to the hotel and go to bed.

    In the morning, we enjoy free breakfast at the hotel. We had a lot of Halal food to choose from. I took a couple glass of free milk for myself. After that, my father orders an Uber and ask the driver to take us to three archaeological sites in Thailand which were Ayutthaya Historical Park, Ban Non-Wat village, and the temple of Prasat Ta Muen Thom. When we arrived at each destination, my father started collecting the data. While my father was working, I walked around the historical site and took a lot of pictures of myself. We finished the job at 5 p.m, and we still have enough time to head back to the hotel, took a quick shower and drove right away to the airport. We went back to Indonesia that night at 9 p.m. My father and I was exhausted but I was so happy.

    Jalan-Jalan Ke Luar Negeri

    Perjalanan ke luar negeri pertamaku adalah ketika aku pergi ke Thailand bersama ayahku. Pada saat itu aku masih di tingkat sekolah menengah dan itu adalah hari libur sekolah. Ayahku melakukan perjalanan ini karena dia membutuhkan data untuk penelitiannya tentang burung legenda “Garuda”, yang ternyata juga merupakan sebuah legenda di Thailand. Kami hanya menghabiskan satu hari di Thailand, tapi aku sudah mengalami banyak hal baru.

    Ketika kami pertama kali mendarat di bandara Suvarnabhumi di Bangkok, kami mencari taksi dan meminta supir nya untuk mengantar kami ke hotel yang terdekat. Dia mengantar kami ke Windsor Suites Hotel yang terletak di Sukhumvit Road. Kami langsung menuju ke resepsionis dan memesan satu kamar untuk malam ini dan besok. Resepsionis itu memberikan kami sebuah kartu yang bisa kami gunakan sebagai kunci untuk membuka kamar kami. Kami pergi ke kamar kami dan mandi kilat, mengganti pakaian kami dan kemudian turun lagi ke lobi.

    Dari lobi, kami berjalan keluar ke arah jalanan. Ayahku memesan kendaraan pada pengemudi lokal. Kendaraan itu terlihat seperti becak motor tapi jauh lebih besar dan orang orang menyebutnya “Tuk-Tuk”. Ayahku meminta pengemudi itu untuk mengantar kami ke pasar Chatuchak dan mencarikan kami sebuah restoran yang menyajikan makanan halal untuk orang Islam. Kemudian kami sampai di sebuah restoran kecil yang ternyata dimiliki oleh orang Indonesia. Pemiliknya sangat baik, dia memberikan kami makanan gratis saat kami akan meninggalkan restorannya. Dia bilang bahwa itu untuk sarapan kami seandainya saja kami tidak bisa menemukan makanan Halal di Hotel. Ayah saya berterimakasih kepadanya dan mengajak nya untuk bertukar nomer telepon. Sebelum kami kembali ke hotel, ayahku mengajak aku berkeliling pasar Chatuchak. Aku melihat begitu banyak mainan yang belum pernah lihat sebelumnya di Indonesia. Ayahku membelikan aku salah satu dari mainan mainan itu, itu adalah ayam karet. Itu sangatlah lucu, karena ketika kita meremasnya, itu akan menghasilkan suara seperti suara ayam jantan. Setelah itu kami kembali ke hotel dan tidur.

    Pada pagi harinya, kami menikmati sarapan gratis di hotel itu. Kami punya banyak pilihan makanan Halal. Aku mengambil beberapa gelas susu gratis untuk diriku sendiri. Setelah itu ayahku memesan Uber dan meminta sopirnya untuk mengantar kami ke tiga situs arkeologi di Thailand yaitu Ayutthaya Historical Park, desa Ban Non Wat, dan the temple of Prasat Ta Muen Thom. Ketika kami sampai di masing masing tujuan, ayahku mulai mengumpulkan data. Disaat ayahku sedang bekerja, aku berjalan mengelilingi situs bersejarah itu dan mengambil banyak poto diriku sendiri. Kami menyelesaikan pekerjaan itu pada jam 5 sore, dan kami masih memiliki cukup waktu untuk kembali ke hotel, mandi kilat dan berangkat menuju bandara. Kami kembali ke Indonesia malam itu pada jam 9 malam. Ayahku dan aku sangat kelelahan tapi aku sangat gembira.

    Artikel Terkait:
    Bagi Anda yang ingin mendapatkan notifikasi update setiap harinya silahkan bergabung WhatsApp Group Gabung Sekarang
    Comment Sekarang