-->

Tutorial

  • Android
  • Blogger
  • Pendidikan
  • Printer
  • Komputer
  • MedSos
  • Dalam memenuhi kebutuhan energi setiap harinya manusia memerlukan makanan. Makanan merupakan sumber energi bagi manusia. Agar manakan dapat menjadi sumber energi, makanan harus melalui suatu proses yang dinamakan proses pencernaan. Makanan yang kita makan masuk melalui mulut idolah beberapa organ di dalam tubuh hingga sari-sari makanan dapat diserap tubuh. Organ-organ tersebut mengubah makanan menjadi sumber energi melalui proses mekanik dan kimiawi. Kumpulan organ-organ tersebut membentuk sistem pencernaan.

    Sistem pencernaan pada manusia terdiri atas beberapa organ. Organ tersebut mencerna makanan melalui proses mekanik maupun kimiawi. Dintara organ pencernaan manusia adalah sebagai berikut:

    Mulut merupakan organ pencernaan yang pertama bertugas dalam proses pencernaan makanan. Fungsi utama mulut adalah untuk menghancurkan makanan sehingga ukurannya cukup kecil untuk dapat ditelan ke dalam perut. Mulut dapat menghaluskan makanan karena di dalam mulut terdapat gigi dan lidah. Gigi berfunsi menghancurkan makanan. Adapun fungsi lidah adalah membolak-balik makanan sehingga semua makanan dihancurkan secara merata. Selain itu lidah berfugsi membantu menelan makanan. Gigi dan lidah merupakan alat proses pencernaan secara mekanis.

    Kerongkongan merupakan saluran yang menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Setelah makanan dikunyah di mulut, makanan ditelan agar masuk ke lambung melalui kerongkongan. Pada saat melewati kerongkongan, makanan didorong masuk ke lambung oleh adanya gerak peristaltik otot-otot kerongkongan. Hal ini dikarenakan dinding kerongkongan tersusun atas otot polos yang melingkar dan memanjang serta berkontraksi secara bergantian. Akibatnya makanan berangsur-angsur terdorong masuk ke lambung.

    Lambung merupakan alat pencernaan yang berbentuk kantung, Dinding lambung tersusun dari otot-otot yang memanjang, melingkar dan menyerong. Hal ini memungkinkan makanan yang masuk ke dalam lambung dibolak-balik dan diremas lagi sehingga menjadi lebih halus. Selain mencerna makanan secara mekanis, lambung mencerna makanan secara kimiawi. Lambung menghasilkan cairan yang mengandung air, lendir, asam lambung serta enzim renin dan pepsinogen.

    Usus Halus merupakan organ pencernaan setelah lambung, terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Usus dua belas jari dan usus kosong berperan penting dalam pencernaan makanan secara kimiawi. Di dalam usus dua belas jari kantong empedu dan pankreas mengeluarkan cairan pencernaannya. Empedu yang dihasilkan oleh kantong empedu akan berperan dalam pencernaan lema dengan cara mengemulsikan lemak sehingg dapat dicerna lebih lanjut. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim pencernaan yang penting yaitu tripsinogen, emilase, dan lipase. Pencernaan makanan berakhir di Ileum, disini makanan yang telah dicerna akan diserap dinding ileum.

    Usus Besar merupakan saluran pencernaan setelah Usus Halus, zat-zat yang tidak diserap usus halus selanjutnya masuk ke dalam usus besar atau kolon. Di dalam usus besar terjadi penyerapan air dan pembusukan sisa-sisa makanan oleh bakteri pembusuk. Akhirnya sisa makanan akan dikeluarkan dalam bentuk kotoran melalui anus.

    Gangguan pada Sistem Pencernaan

    Sistem pencernaan pada tubuh dapat mengalami gangguan. Terganggunya pencernaan ini dapat diakibatkan oleh kelainan sistem pencernaan, masuknya bibit penyakit, dan makanan yang tidak baik. Berikut ini beberapa ganggu sistem pencernaan:

    Diare, gangguan ini terjadi karena terganggunya penyerapan air pada usus besar. Gangguan ini diakibatkan oleh adanya bakteri atau infeksi kuman.

    Apendisitis, gangguan ini disebut juga radang usus buntu terjadi pada umbai cacing atau apendiks. Umbai cacing mengalami peradangan akibat infeksi oleh bakteri.

    Maag, gangguan ini dapat terjadi karena produksi asam lambung yang berlebih, gejala dari ganggungan ini yaitu rasa mual dan perih pada lambung. Untuk menghindari maag dapat dilakukan dengan cara pola makanan yang teratur dan tepat pada waktunya.

    Ulkus, disebut juga radang dinding lambung, yaitu gangguan pada lambung yang disebabkan oleh tingginya produksi asam lambung (HCI) dibandingkan makanan yang masuk.

    Sembelit, yaitu gangguan yang terjadi akibat penyerapan air di usus besar secara berlebihan. Akibatnya fases menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

    Parotitis, atau disebut juga gondong yaitu gangguan pada kelenjar parotid yang membengkak.

    Artikel Terkait:
    Bagi Anda yang ingin mendapatkan notifikasi update setiap harinya silahkan bergabung WhatsApp Group Gabung Sekarang
    Comment Sekarang